I want to shot my head…

My Diary No Comments »

Yah dah jam 4 pagi. Gara2 servernya yang error (masih sebatas dugaan yang amat sangat kuat) aku dah ngabisin semua sumber daya yang ada. Jatah speedy 2 jam, waktu tidur, bonus migrain, pingin lempar barang, dll

Yeah, aku ingin menembak kepalaku sendiri. Tapi… lha kok untungnya lum beli pistol dan pelurunya :D. Jadi yaa… ngga jadi deh. Pake pisau? sakit. Minum baygon juga matinya jelek. Mulut berbusa, mata melotot… Hyyy… Salah satu cita2ku kan mati dengan gaya… Die With Style gitu loh. Ok coy :D
Overwork… padahal di Cinta Fitri dah dikasih sample lho. Tapi kok untuk meng-implementasikan pelajaran dari sinetron itu kok sulitnya minta ampun. Apa batereinya yang ga singkron ma prosesornya ya?

Sorry yud, pak lur, dkk semua. Kayaknya dah sampai limit nih. Mohon dikomplainkan ke ISPnya aja. Aku sih dah komplain, nunggu jawaban. Klo dijawab ta kabari.

Break dulu yuk. Klo dah cooling down, digeber lagi prosesornya. Kita kejar lagi The 300 miles project.

Ujian Statistik Dasar

My Diary No Comments »

Kemarin adalah hari yang “menakjubkan”. Betapa tidak… yang keluar dalam materi UAS Statistik Dasar kemarin adalah materi hari terakhir dimana aku pas tidak masuk. Jadi… begitulah, selama 90 menit, bergantian antara memandangi kertas soal ujian dan ubin kelas yang bersih… alias do nothing at all.

Dont try this at home…

Sempat khawatir, cemas, n takut juga. Sempat pikiran yang buruk2. Apalagi kemarin aura negatifku pas lagi kuat-kuatnya. BeTe, bad mood, petrified, stun, confuse, berserk, zombie, semua bad status yang pernah tercatat dalam game nempel padaku. Pokoknya dalam kondisi ngga fit lah.

Hati dalam perang batin. Antara nyontek atw ngga nyontek. Yang akhirnya … jreng-jreng-jreng… dimenangkan oleh ngga nyontek setelah 10 detik perang batin (Horee). Dan sisa waktu 89 menit 50 detik kuhabiskan buat merenung (baca:nglamun). Dan akhirnya menghasilkan beberapa resolusi :

  1. Obat boring/bosan terbaik adalah melakukan hal baru, atau melakukan rutinitas yang tidak biasa dilakukan. Dalam hal ini, tidak mengerjakan ujian merupakan salah satunya. Efek negatif sih, tapi sekali lagi… dont try this at home… hehehe
  2. Melihat masalah sesuai dengan porsinya. Ini yang sulit untuk diaplikasikan. Biasanya orang akan menghadapi masalah dengan underestimate atau overestimate. Jarang banget yang sesuai proporsinya. Dalam kasus ujian kemarin, emang aku yang salah dah ngga masuk kuliah pas materi terakhir, tapi aku ngga seputus asa itu untuk nyontek. Idealis… Mempertahankan idealisme emang sulit. Tapi sa-enggaknya dah berusaha. Dan… hey. Aku kan dah kerja, kuliah cuma buat pendukung… jadi go tu hel aja. Paling nantik ngulang matkul lagi. Ataw klo pas dosennya baik hati, dikasih tugas pengganti (underestimate)

Ujian statistik dasar kemarin jadi titik balik buat hari itu. Abis ujian, pulang benerin lampu neon luar yang mati dan mendapat event menarik (twing2 hehehe). Trus maen DDR sampe “peluh membasahi bumi”. Dan diakhiri dengan tidur panjang yang nikmat…

OOT dikit…

Hmm… gosip yang ada sudah berubah lagi. Kabarnya aku ngga jadi dipindah ke pariwisata, tapi ke pendidikan. Whatever lah, saat ini ikut-kemana-angin-membawaku-pergi mode on. Toh pilihan yang ada sama2 bagus bagiku.

Nyobain Framework

My Thought  Tagged , No Comments »

Kemarin ada kertas pengumuman workshop Framework PHP terpajang di kaca kampus. Disitu tertulis “…PHP Framework:Kohana, CodeIgniter, bla-bla-bla…”. Aga tertarik sih, mengingat skill perkembangan webku amat-sangat-stagnan-sekali dan aku pas lagi kena sindrome “syntax error”. Kata dokter untuk sementara ga boleh deket2 ma yang namanya script. Setelah browsing bentar di kantor akhirnya diputuskan, untuk pengembangan website selanjutnya pake CodeIgniter ajah. Mengingat framework ini (seperti yang dikatakan iklannya) sangat ringan, mudah, cepat, dan keren (yang terakhir tambahan dari aku sendiri :D). Selain itu, Kohana ternyata juga dibuat berdasar pada CodeIgniter. Well, mengingat dulu terlalu idealis tanpa melihat kemampuan yang ada, pinginnya sih ngga pake CMS maupun framework buatan orang lain. Takut klo misalnya program itu didalamnya disusupi kode jahat. Tapi seiring waktu, melihat kondisi yang ada, mau ngga mau aku juga harus merubah struktur kerjaku. Dengan framework ini semoga saja aku bisa memangkas waktu riset dan mengurangi ilusi beban kerja yang semakin hari semakin terasa ngga ringan. Btw, klo pingin nyobain CodeIgniter klik aja di http://codeigniter.com/. Download terakhir versi 1.7 didalamnya dah termasuk file program dan User Guide. Dokumentasi cukup lengkap mengingat dalam User Guidenya : “Programmers love to code and hate to write documentation…” (You guys are so damn right… hehe…). Ada video tutorial Hello World dan bikin aplikasi web sederhana. Lengkap deh pokoknya. Moga saja apa yang biasa ta gunain untuk web sudah tersedia di sini.

(Kapan) Badak Pasti Berlalu (?)

My Diary  Tagged No Comments »

Lanjutan dari Transformasi Total ternyata lebih heboh dari apa yang kami duga. Khususnya di tempat kerja. Tidak hanya bapak2 (bos) saja yang dipindah. Unit kerja kami telah di-”devour” oleh unit kerja lain. Sebagian staf yang telah melewati ribuan hari dalam suka dan duka harus rela berpisah, terpencar ke unit kerja lain. Meminjam dari kata2 Pak Tavip yang telah disadur dan diedit (karena lupa): Ibarat burung yang telah kehilangan sebelah sayapnya.

Kalo aku sih, oke2 aja. Hanya saja setelah mendengar beberapa kabar yang tidak sedap mengenai penerus kami, membuat hati jadi sedikit gelo (kecewa). Yah, yang penting berdoa aja. Semoga saja apa yang kami rintis sebelumnya dapat diteruskan oleh pengganti kami dan dapat terus berjalan hingga akhir masa (Hehehe..)

Ternyata bekerja di “plat merah” sangat sulit untuk idealis, tapi ini bukan hal yang mustahil. Walau bagaimanapun “anak harus tetap sekolah” (Pinjam quotenya pak Setyo, hehe).

Perubahan posisi jabatan merupakan hal yang biasa. Namun jika penempatan jabatan yang “Not the right man in the right place”, malah bikin kacau unit kerja yang sudah berjalan jauh kedepan. Di sebagian kasus yang lebih parah malah membuat unit kerja tersebut berjalan lagi mulai dari nol. Belum lagi adanya oknum2 pengacau yang suka mengorek2 borok masa lalu yang sudah mulai sembuh. Kemudian persaingan tidak sehat antar kepala unit kerja yang baru dengan yang lama, saling sikut dan menjatuhkan kaya lomba gebug bantal 17 agustusan.

Ah…. apa kata dunia? Namun seperti apapun kepalanya, otak harus idealis dan hati harus optimis… Seperti lagunya Chrisye… Badak~ pasti berlalu…

Side story :
Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Maka dari itu, untuk melaksanakan mandat Menpora Adhyaksa Daud (CMIIW) kita harus rajin berolah raga. Dan… kemarin baru beli Dance Pad for PS2 hehehe… Jojing-jojing-jojing? Mau-Mau-Mau? :))

FinalFantasy X

My Diary  Tagged No Comments »
Yuna & Tidus

Yuna & Tidus

Beberapa waktu lalu aku baru aja namatin game FF X. Game lama bin jadul sih, tapi baru sekarang kesampaian mainnya. Btw, X disini maksudnya X romawi Angka 10. Jadi jangan diartikan dengan hal yang porno2 yah.

Game yang bergenre RPG ini sebagaimana seri FF lain memberi nuansa yang berbeda bagi para gamernya. Level-up karakter dengan sphere grid system yang beda dari seri FF sebelumnya. Aga ribet, tapi lumayan lah. Sedangkan untuk battle systemnya masih tetap sama, sistem gantian jalan.

Untuk alur cerita, FF X menawarkan alur cerita yang lebih dewasa (bukan porno), lebih maknyuss dari seri FF sebelumnya. Aku hampir aja nangis pas liat ending movienya, apalagi OST Suteki da Ne diputer bebarengan ma credit titlenya. Haru biru… (lumayan, daripada nonton sinetron ga jelas yang ngebosenin nyehehe :D)

Short story :

Tidus seorang pemain blitzball yang terkenal (Olah raga yang sepopuler sepak bola). Seorang yang energic dan selalu optimis. Ia berasal dari Zanarkand, kota yang tidak pernah tidur, semacam kota metropolis lah.

Cerita bermula ketika Zanarkand diserang oleh Sin, makhluk mirip katak dengan ukuran raksasa. Untung aja Tidus diselamatkan oleh Auron, teman ayahnya hingga ia berada di 1000 tahun kemudian.

Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan Rikku, ras Al Bhed yang dibenci oleh penduduk dunia karena menggunakan mesin (Disini mesin merupakan hal yang tabu). Wakka, seorang pemain blitzball dengan gaya slengekan. Lulu seorang penyihir seksi yang judes. dan Kimahri seorang dari ras Ronso (Bayangin aja manusia serigala). Bersama mereka menjadi guardian untuk melindungi Yuna, the summoner.

Untuk mengalahkan Sin, Yuna harus mengeluarkan Final Summoning. Namun ternyata hal tersebut sangat beresiko, Yuna bisa kehilangan nyawanya. Selain itu, untuk mengeluarkan Final Summoning, Yuna harus mengorbankan salah satu orang yang paling ia cintai (ia melirik ke Tidus). Setelah Final Summon dipanggil, Sin akan mati. Namun Sin yang baru akan lahir kembali 10 tahun kemudian. Persis seperti apa yang terjadi 10 tahun yang lalu terhadap lord Brasca (ayah Yuna) beserta guardiannya, Auron dan Jecht (ayah Tidus).

Belakangan ketahuan kalo Sin itu adalah Jecht. Tidus bingung… apakah itu berarti dia harus membunuh ayahnya sendiri?

Singkat cerita, Tidus dkk memutuskan untuk tidak menggunakan Final Summoning, sehingga Yuna ga perlu mati sia-sia. Dan mereka telah menemukan cara untuk membunuh Sin. Yaitu menyerangnya dari dalam.

Setelah pertarungan dan cerita (bla…bla…bla…) yang panjang, dengan Jecht, akhirnya mereka harus melawan Yu Yevon (Untuk javanese people, Yu Yevon ngga sama dengan yu Lastri lho hehe…). Yu Yevon, yang selama ini telah dianggap sebagai dewa oleh penduduk Spira (anggap aja spira=planet bumi) adalah biang kerok dibalik kemunculan Sin itu. Wujudnya seperti bola hitam bersembur merah darah.

Pertempuran panjang dengan Yu Yevon akhirnya berhasil dimenangkan Tidus dkk. Sin musnah, Spira aman, dan Yuna (orang yang disukai Tidus) ga perlu mati. Sebagai gantinya, Tidus yang harus mati (Well, secara teknis dia tidak mati karena konsep kematian di game ini aga kabur). Intinya Yuna tidak bisa ketemu dengan Tidus lagi selamanya. Saat itulah OST Suteki da Ne yang mendayu-dayu diputar…

The End

Jadi intinya, FF X ini Bad Ending. Tapi kisah cinta Tidus-Yuna ini akan diterusin di FF X-2… Strategi marketing-kah? Ah, peduli amat. Aku sudah tenggelam terlalu dalam di pelukan pesona FF. (Next target FF X-2!! Yay!!)

Transformasi Total

My Diary No Comments »

Wuah… banyak event2 besar yang terjadi di bulan Desember 2008 dan mungkin di bulan Januari 2009. Mungkin akan banyak mengubah gaya hidup model air mengalir yang selama ini dijalani…

  1. Anggota keluarga baru
    Yeah, tambah satu lagi anggota keluarga di rumah. Rumah ga jadi makin rame, tapi makin sepi. Negaranya jadi punya 2 propinsi. Bukan hal yang buruk sih, malah ini merupakan hal yang baik. Ibarat amoeba, untuk berkembang biak, harus membelah sel jadi 2 bagian yang kecil kan :D (Perumpamaan yang aneh)
  2. Kepindahan bapak-bapak
    Ya, bapaknya disini ga cuma satu. Ada banyak. Bapak yang satu pindah ke rumah lain.  Dan beberapa bapak-bapak yang lain yang pindah ke unit kerja lain, dll. Apakah ini akan merubah gaya hidup di rumah maupun di kantor? Apapun, semoga perubahan itu membawa kepada hal yang lebih baik.
  3. Hilangnya angka 9-17
    Setelah kedatangan Balmont mendadak, mengakibatkan hilangnya angka 9-17 di remote tipi. Termasuk trans7 & transTV, stasiun tipi yang acaranya keren & kreativ, dan ATV, tempat aku ngambil materi berita buat website. Kini, acara di tipi hanya menyisakan tangis (acara2 sinetron ga mutu) dan tawa2 palsu. Efek positifnya, makin dikit nonton TV
  4. Restrukturisasi tempat kerja
    Hiks… jadi pisah ma temen2 yang dah kenal lama… Jadi sedih.

Desember kelabu…

Stack (Part 2 : Evakuasi Ekspresi Aritmatika)

Desain System No Comments »

Sebelumnya telah dibahas disini tentang postfix dan infix. Sekarang kita akan membahas cara membaca rumus postfix dan cara mengubah rumus infix ke posix.

Membaca postfix

Aturannya adalah :

  1. Notasi dibaca dari kiri ke kanan
  2. Jika ditemukan OPERAND, disimpan dalam stack
  3. Jika ditemukan OPERATOR (+,-,*,/) , kompiler akan mengambil 2 OPERAND terakhir dari stack tadi (POP) dan hasilnya disimpan kembali ke stack

Contoh rumus postfix : ABC*+

No Stack Proses
1 A A Operand, simpan ke stack
2 B A,B Operand, simpan ke stack
3 C A,B,C Operand, simpan ke stack
4 * A,D Operator *, POP 2 operand (B & C) lalu kalikan. Hasilnya (D) simpan kembali ke stack
5 + E Operator +, POP 2 operand (A,D) lalu jumlahkan. Hasilnya (E) simpan kembali ke stack

Mengubah infix ke postfix

Aturannya adalah :

  1. Tentukan derajat masing-masing operator
    Contoh : * dan / = 2, + dan - = 1, kurung buka ‘(’ = 0
  2. Untuk OPERAND, langsung tulis sebagai OUTPUT
  3. ‘(’, langsung push ke stack
  4. ‘)’, POP dan tulis ke output semua isi stack sampai pasangannya kurung buka ‘(’. Untuk ‘(’ dan ‘)’ tidak usah ditulis ke output
  5. Operator 1 : Jika stack kosong atau derajat operator yang baru lebih tinggi dari operator sebelumnya di stack, masukkan operator ke stack (PUSH)
  6. Operator 2 : Jika derajat operator di stack yang baru lebih rendah atau sama dengan operator sebelumnya, maka pindah operator sebelumnya tersebut ke output (POP). Lalu bandingkan lagi operator yang baru tersebut dengan operator sebelumnya. Jika derajatnya lebih tinggi atau stack dalam keaadaan kosong, PUSH ke stack (Mbulet yah)

Contoh rumus infix : A + B * C. Ubahlah ke rumus postfix

No Stack Output Proses
1 A A Operand, langsung output
2 + + A Operator, langsung PUSH ke stack
3 B + AB Operand, langsung output
4 * +,* AB Operator, karena derajat * (2) lebih tinggi dari + (1), langsung PUSH ke stack
5 C +,* ABC Operand, langsung output
6 + ABC* POP stack ke output
7 ABC*+ POP stack ke output

Contoh rumus infix : A*(B-C)+D. Ubahlah ke bentuk postfix

No Stack Output Proses
1 A A Operand, langsung output
2 * * A Operator, langsung PUSH ke stack
3 ( *( A ‘(’ Langsung push ke stack
4 B *( AB Operand, langsung output
5 - *(- AB Operator, langsung push ke stack
6 C *(- ABC Operand, langsung output
7 ) * ABC- ‘)’, semua operator yang diapit tanda ini dioutput kan
8 + + ABC-* Derajat operator + (1) lebih rendah dari * (2). Maka * dioutputkan (POP). Kemudian, karena stack kosong, maka + di PUSH ke stack
9 D + ABC-*D Operand, langsung output
10 ABC-*D+ Operator dari stack, di pop ke output

“Clumsy” & “Stupid” Definition

My Diary No Comments »

Saat dimana seseorang mahasiswa semester 3 yang pulang dari kampus dan telah tiba di rumah, lalu tiba-tiba ingat kalo jaketnya ketinggalan di kampus, lalu kembali ke kampus dengan terburu-buru, penuh harap agar jaket itu masih ada, menuju ruang kelas yang telah berisi mahasiswa angkatan lain, untuk mendapati bahwa jaket tidak berada di kelas tersebut, dan akhirnya ditemukan sudah dititipkan ke seorang teman di perpustakaan. Biasanya orang tersebut akan membuat ekspresi aneh antara cemas dan ingah-ingih (salah tingkah).
(Kamus Besar Nakurupedia)

Stack (Part 1 : Introduction)

Desain System No Comments »

Sekilas

Merupakan sistem penyimpanan yang punya karakteristik sbb :

  • First in, last out. Dalam suatu antrian klo ada yang datang terakhir, berarti itu yang dilayani pertama kali (Untung di dunia digital, klo di dunia manusia pasti tu orang dah ditabokin :D)
  • Hanya terdapat 2 operasi yang bisa dilakukan. Pop dan push. Pop untuk ngambil data yang ada di urutan terakhir. Klo Push dorong data ke antrian

Aplikasi Stack

Pemanggilan sub program. Mirip seperti modelnya interupsi bersarang (Nested Interupt). Sebelum menjalankan sub program, alamat kode terakhir akan “push” di stack (Klo di C pake perintah CALL). Kemudian setelah sub program selesai dijalankan (bertemu dengan perintah RETURN), kode tersebut akan dijalankan sesuai urutan data di stack (Ingat, yang belakang dulu)

Mengevakuasi ekspresi aritmatika

Hmm… ga tau apa maksudnya evakuasi ekspresi matematika. Yang jelas dengan menggunakan stack, kita bisa mengubah rumus aritmatika yang biasa digunakan manusia (INFIX) ke bentuk yang lebih mudah dipahami oleh komputer (POSTFIX).
Contoh infix : A+B*C
Contoh postfix : ABC*+
Keunggulan postfix :

  • tidak perlu tanda kurung
  • prioritas tidak lagi penting (kan ga perlu tanda kurung)
  • proses pengitungan dapat dilakukan dengan sekali pembacaan dari kiri ke kanan. Sekali lagi, yang baca disini adalah si komputer.

Iklan Yang Aneh, “Gender issue”kah?

My Opinion 2 Comments »

Pernah liat suatu iklan shampo yang aneh. Aneh disini bukan animasinya, tapi storyline iklan itu. Sebenernya iklan ini dah aga lama. Berhubung makin sering liat, jadi ngga tahan pingin curhat lewat blog ini. Bener-bener aneh…

Diceritakan seorang gadis cilik bersama seorang wanita yang lebih dewasa menghadap seorang pelatih sepak bola dan terjadilah sebuah percakapan :

Pelatih : “Main bola?”
Wanita Dewasa : “Kemampuannya sama bagusnya kok sama laki-laki lain” (Memuji kemampuan gadis cilik tersebut)
Pelatih : “Kalau kena kotoran, debu, bajunya, rambutnya kotor, rusak, bagaimana?”
Wanita Dewasa : “Bapak tinggal latih aja dia. Sisanya urusan saya”
Akhirnya sang pelatih mau melatih gadis cilik itu bersama dengan anak laki-laki lain.

Di lapangan gadis cilik itu berjalan di depan, dibelakangnya diikuti beberapa bocah laki-laki. Hingga pada suatu saat dalam pertandingan, gadis cilik tersebut menendang bola sambil tersenyum, rambutnya hitam terurai indah berkilau. Dan tentang bolanya… melesat tanpa mampu ditangkap oleh kiper.

Analisa

  1. Kedua orang dewasa tersebut lebih khawatir kalau gadis cilik tersebut kena debu, kotor, rambut rusak (dll). Jadi kalau gadis cilik tersebut kena tackle, sliding, kehantam bola kena wajah, ke-sikut, body charge, kejambak (karena rambutnya panjang), sampai memar, keseleo, patah tulang, dan berbagai hal lain yang wajar terjadi dalam sepak bola tidak lebih penting bagi kedua orang dewasa di atas.
  2. Cobalah melompat dan menendang bola dengan expresi riang gembira dan tersenyum. Kemudian jangan lupa wajah menghadap ke arah kamera. Kalau anda bisa melakukan hal tersebut, selamat… berarti anda punya bakat jadi foto model.
    Tapi kalau anda menendang bola, dengan wajah sedikit serius karena berusaha meningkatkan akurasi dan power tendangan, maka anda lebih cocok kerja di air jadi pemain bola.
  3. Mengapa cewek tersebut bisa memasukkan gol? Dan (mungkin) meraih kemenangan?
    1. Kemungkinan 1 : Lawannya emang lemah. Yang baru belajar sepak bola 3 hari sebelum pertandingan
    2. Kemungkinan 2 : Lawannya ngga tega ma gadis cilik itu. Soalnya kalau mau jegal gadis cilik itu teringat dengan ibu, adik, budhe, kakak, dll.
    3. Kemungkinan 3 : Ada konspirasi dan skandal dari panitia pertandingan sepak bola dengan sang pelatih hingga mengijinkan seorang gadis cilik ikut pertandingannya laki-laki. Dan telah diatur supaya lawannya itu ga begitu kuat, sekaligus yang ngga tega-an.

Hmm… aneh kan? Tapi klo memang menurut anda iklan itu tidak aneh & wajar saja, yah anggap saya saja yang gila aneh.

Ngga tau knapa alarm “gender equality” ku berbunyi tiap kali liat iklan ini. Kayaknya iklan ini dah terkena pengaruh persamaan gender. Suatu paham ga jelas yang diusung oleh para SIPILIS-er (Sebutan untuk pengidap penyakit Sekulerism, Pluralism, dan Liberalism) yang dipaksakan untuk dianut oleh orang lain.

Sedikit flash back, SIPILIS-er ini menganggap tidak ada kebenaran yang mutlak, karena kebenaran itu ditafsirkan berbeda oleh tiap manusia. Akibatnya, aturan hukum (terutama agama) yang aturannya sudah jelas, ditangan manusia masih bisa ditafsirkan dengan “sudut pandang berbeda”. Sedangkan kebenaran sejati yang bisa mengungkapkan hanya Tuhan yang maha kuasa.

Sepintas memang terlihat indah dan masuk akal, tapi disinilah letak perangkap maut itu terpasang. SIPILIS-er itu berusaha mengubah metoda komunikasi 2 arah antara Allah SWT dengan hambaNya menjadi 1 arah saja. Padahal Allah SWT menurunkan aturan dan hukumNya itu dalam bahasa yang bisa dimengerti manusia, bukan dalam bahasa alien. Itu agar manusia dapat mempelajari kebenaran milik Allah SWT dan melaksanakan kebenaran itu sesuai apa yang dikehendakiNya.

Lucunya lagi, SIPILIS-er selalu memaksakan ide-ide mereka pada orang lain. Seolah-olah ide mereka itu merupakan kebenaran yang mutlak dan melupakan prinsip mereka sendiri, tentang kebenaran relatif. Padahal apa yang mereka lontarkan itu tidak sepenuhnya benar dan baik, bahkan dalam beberapa kasus cenderung merusak. Sifat munafik dualisme inilah yang seringkali mendominasi diri seorang SIPILIS-er.

Kembali ke masalah iklan, storyline iklan tersebut terkesan dipaksakan. Mungkin akan tampak lebih logis dan berkesan jika gadis cilik itu ikut pertandingan sepakbola putri. Jadi nanti bisa dibandingkan antara rambut terawat indah berkilau bling-bling yang memakai produk sampo tersebut, dengan rambut yang biasa-biasa saja.


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in