Kemarin adalah hari yang “menakjubkan”. Betapa tidak… yang keluar dalam materi UAS Statistik Dasar kemarin adalah materi hari terakhir dimana aku pas tidak masuk. Jadi… begitulah, selama 90 menit, bergantian antara memandangi kertas soal ujian dan ubin kelas yang bersih… alias do nothing at all.

Dont try this at home…

Sempat khawatir, cemas, n takut juga. Sempat pikiran yang buruk2. Apalagi kemarin aura negatifku pas lagi kuat-kuatnya. BeTe, bad mood, petrified, stun, confuse, berserk, zombie, semua bad status yang pernah tercatat dalam game nempel padaku. Pokoknya dalam kondisi ngga fit lah.

Hati dalam perang batin. Antara nyontek atw ngga nyontek. Yang akhirnya … jreng-jreng-jreng… dimenangkan oleh ngga nyontek setelah 10 detik perang batin (Horee). Dan sisa waktu 89 menit 50 detik kuhabiskan buat merenung (baca:nglamun). Dan akhirnya menghasilkan beberapa resolusi :

  1. Obat boring/bosan terbaik adalah melakukan hal baru, atau melakukan rutinitas yang tidak biasa dilakukan. Dalam hal ini, tidak mengerjakan ujian merupakan salah satunya. Efek negatif sih, tapi sekali lagi… dont try this at home… hehehe
  2. Melihat masalah sesuai dengan porsinya. Ini yang sulit untuk diaplikasikan. Biasanya orang akan menghadapi masalah dengan underestimate atau overestimate. Jarang banget yang sesuai proporsinya. Dalam kasus ujian kemarin, emang aku yang salah dah ngga masuk kuliah pas materi terakhir, tapi aku ngga seputus asa itu untuk nyontek. Idealis… Mempertahankan idealisme emang sulit. Tapi sa-enggaknya dah berusaha. Dan… hey. Aku kan dah kerja, kuliah cuma buat pendukung… jadi go tu hel aja. Paling nantik ngulang matkul lagi. Ataw klo pas dosennya baik hati, dikasih tugas pengganti (underestimate)

Ujian statistik dasar kemarin jadi titik balik buat hari itu. Abis ujian, pulang benerin lampu neon luar yang mati dan mendapat event menarik (twing2 hehehe). Trus maen DDR sampe “peluh membasahi bumi”. Dan diakhiri dengan tidur panjang yang nikmat…

OOT dikit…

Hmm… gosip yang ada sudah berubah lagi. Kabarnya aku ngga jadi dipindah ke pariwisata, tapi ke pendidikan. Whatever lah, saat ini ikut-kemana-angin-membawaku-pergi mode on. Toh pilihan yang ada sama2 bagus bagiku.